Rabu, 04 November 2009

aku waktu

aku waktu
yang membaca detak
di ruang tunggu

Jumat, 10 April 2009

SEMANGAT Sebagai Kunci Kebahagiaan

Manajemen Qolbu


Oleh : Aa Gym


Kepribadian manusia sangat tergantung kepada suasana hati yang dipengaruhi pikiran. Seumpama teko, ia hanya mengeluarkan isinya. Bila isinya teh, maka yang keluar pun teh. Kalau isinya air bening, maka teko itu pun hanya mengeluarkan air bening.

Demikian halnya dengan kepribadian seseorang. Bila hatinya sedang diliputi kegembiraan, maka terpancarlah rasa sukacita itu dari raut wajah, tutur kata gerak-gerik, dan perilaku fisik lainnya. Sebaliknya, hati yang sedih sebagai buah dari pikiran yang kusut. Tercermin pulalah dalam penampilan, tatapan mata, desahan nafas, raut wajah, atau kelesuan tubuhnya.

Memang, tubuh hanyalah alat ekspresi dari kondisi hati. Sehingga, Rosulullah saw. pernah bersabda, "Di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau daging itu baik, maka baik pula tubuhnya, tetapi kalau daging itu buruk, maka buruklah seluruh sikapnya. Ia adalah hati."

Oleh karena itu, sekiranya dalam mengarungi hidup ini kita merasa kurang berprestasi, kurang berkualitas, atau jemu dan tidak bergairah dalam menghadapi hari demi hari, sehingga kehadiran kita kurang memiliki arti, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan, maka ketahuilah bahwa semua itu sama sekali bukan disebabkan oleh adanya kesulitan-kesulitan yang menghimpit, melainkan lantaran kurang terampilnya kita dalam mengelola suasana hati, sehingga menjadi tidak sanggup memompa dan membakar semangat. Padahal, bukankah semua bahan bakunya telah disiapkan oleh Allah yang Maha Rahman secara adil dan sempurna, di dalam diri kita sendiri?

"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk," demikian firman-Nya. Jadi, tidak ada kekurangan menurut ilmu Allah. Diri kita sudah disiapkan dengan sempurna untuk menjadi diri sendiri, yang memiliki potensi sama untuk meraih kualitas pribadi terbaik yang berhak mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Jadi, tidak ada kekurangan menurut ilmu Allah. Diri kita sudah disiapkan dengan sempurna untuk menjadi diri sendiri, yang memiliki potensi sama untuk meraih kualitas pribadi terbaik yang berhak mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sungguhpun kita dapati beberapa kekurangan menempel pada tubuh ini, sesungguhnya kekurangan lahir itu amatlah semu. Dan itupun semata-mata didasarkan atas penilaian kita saja yang sudah pasti senantiasa diselimuti hawa nafsu. Sesungguhnya kekurangan-kekurangan yang Dia berikan pada jasad (lahir) ini merupakan alat yang amat potensial untuk mengembangkan kualitas hati.

Bahwa justru dengan kekurangan yang ada, hati menjadi terlindung dari riya, sum'ah, dan takabur, sehingga menjadi terlatih untuk selalu ridha dan sabar. Bukankah bersikap sabar itu lebih sulit dan berat ketika mendapatkan nikmat ketimbang saat didera musibah? Disamping itu, hati pun niscaya akan terlatih menjadi ahli syukur karena ternyata musibah kekurangan yang ada itu pasti teramat kecil dibandingkan dengan nikmat kesempurnaan lainnya yang melimpah ruah.

Walhasil, bila kekurangan itu membuat kita menjadi minder (rendah diri), pemalu, kecewa, atau bahkan putus asa, maka jelaslah semua ini karena diciptakan oleh perasaan sendiri sebagai akibat salah mengatur suasana hati. Sehingga, tidak hanya akan merugikan diri sendiri, tetapi bukan tidak mungkin orang lain pun ikut terkena getahnya.

Maka, mengantisipasi kondisi semacam ini, kuncinya hanya satu: kesadaran penuh bahwa hidup didunia ini hanya mampir sebentar saja karena memang bukan disinilah tempat kita yang sebenarnya. Asal usul kita adalah dari surga dan tempat itu yang memang layak bagi kita. Jika berminat dan bersungguh-sungguh berjuang untuk mendapatkannya, maka Allah pun sebenarnya sangat ingin membantu kita untuk kembali ke surga.

Bukalah kitabullah Al-Qur'an dan lihatlah janji-janji yang difirmankanNya. Betapa banyak amalan yang amat kecil dan sederhana bisa membuat dosa kita diampuni dan diberi pahala berlipat ganda.

Sahabat, kita memang harus bertindak cermat agar "sang umur", sebagai modal hidup kita, benar-benar efektif dan termanfaatkan dengan baik. Sebab, bisa jadi kita tak lama lagi hidup di dunia ini. Akankah sisa umur ini kita habiskan dengan kesengsaraan dan kecemasan padahal semua itu sama sekali tidak mengubah apapun, kecuali hanya menambah tersiksanya hidup kita? Tidak!, sudah terlalu lama kita menyengsarakan diri. Harus kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya agar mendapat kebahagiaan kekal di dunia dan di akhirat nanti.

Kebanyakan kita suka tenggelam dalam kesengsaraan, persis seperti kapal selam yang bocor, semakin banyak bocornya, semakin cepat pula tenggelamnya. Sepertinya kita ini adalah orang-orang yang tidak dapat mengatur pikiran dengan baik. Kerap terhantui oleh masa lalu, berangan-angan dan cemas akan hari esok, semua itu membanjiri dan menenggelamkan pikiran, sehingga tak sempat lagi berfikir banyak untuk hari ini. Padahal, hari kita justru hari ini.

Sekiranya masa lalu kita buruk dan kurang sukses, justru akan menjadi baik dengan baiknya hari ini. Begitupun jika kita merindukan hari esok yang baik, maka kita peroleh dengan berlaku semaksimal mugkin pada hari ini.

Sekali lagi, hari milik kita adalah hari ini. Maka, kita buat sukses dengan gemilang. Apa yang terjadi di masa lalu adalah bahan pendorong untuk hari ini. Bergelimang dosa pada hari yang lalu menjadi pemicu untuk bertaubat pada hari ini. Janganlah pikiran kita dipenuhi dengan ingatan akan banyaknya dosa, namun penuhilah dengan pikiran tentang bagaimana caranya agar memperoleh ampunan dari Allah pada hari ini.

Karenanya, gelorakan semangat untuk bertaubat sesempurna mungkin. Kelemahan dan kegagalan masa lalu tidak usah menjadi buah fikiran berlama-lama. Kuasailah pikiran dengan baik dan kerahkan seoptimal mungkin agar memperoleh kesuksessan dan kebahagiaan pada hari ini.

Bila air dari gelas tumpah, apalah perlunya pikiran dan hati tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan berlarut-larut. Biarlah semuanya terjadi sesuai dengan ketetapan Allah. Kuatkan pikiran kita untuk mencari air yang baru. Dengan demikian, Insya Allah tumpahnya air akan menjadi keuntungan karena kita mendapatkan pahala sabar serta pahala ikhtiar.

Dan yang terlebih penting lagi, kita akan dilimpahi aneka nikmat baru yang lebih besar karena kita telah menjadi ahli syukur nikmat. Bukankah Allah Azza wa Jalla telah berjanji, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim (140):7)

Jadi, jangan pikiran kita terjerat oleh rasa malu. Kemarin jelek, maka hari ini harus bagus, sehingga hari esok pun menjadi cerlang cemerlang!. Aturlah pikiran kita dengan baik dan cegahlah dari hal-hal yang dapat merusak suasana hari ini. Kondisikan agar kita selalu mampu berpikir positif.

Mengapa kita harus gelisah memikirkan nikmat yang belum tampak? Padahal, semua yang kita inginkan mutlak kuncinya adalah qudrah dan iradah Allah. Dan Dia sangat memperhatikan perilaku kita setiap saat. Sekiranya Allah, tidak menghendaki, maka tidak akan pernah terjadi apapun jua. Namun sekiranya Dia menhendaki sesuatu, maka tiada sesuatu pun yang dapat menolaknya.

Allah berfirman, "Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya, kecuali Dia. Dan jika Allah menhendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Yunus (10) : 107)

Tegasnya, siapapun yang memiliki cita-cita luhur, yakinlah bahwa hari ini adalah kunci untuk hari esok. Sekiranya Allah menyaksikan hari ini penuh dengan perjuangan dan pengabdian yang gigih, sarat semangat dan gairah hidup, shalat tepat waktu dan khusyuk, bibir dilimpahi dengan bacaan Qur'an dan dzikir, kerap berbuat kebaikan pada sesama, maka niscaya Dia akan membukakan jalan bagi kesuksessan hidup kita.

Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba-hambanya yang penuh semangat dan gairah hidup untuk menyempurnakan ikhtiar di jalan yang diridhai-Nya, sehingga singkat di dunia benar-benar penuh kesan dan arti.

Rabu, 21 Januari 2009

Asa di Jiwa Kepada Sang Alam

bersama hormat kuhantarkan asa pada angin berhembus rindu menapak jejak pada kening alam

cinta ini menunggu dibalik kelebatan harap dan kilatan cemas
aku tertimbun pada semua kerapuhan galau yang terus menerpa

apa kau lihat gema rasa yang menasbihkan namamu di sela hatiku
apa pula kau kecap segala cipta dan cita setelah kau bawa cintaku

aku hanya takut pada masa yang kan menyingkap tabir mimpi bila datang sang janji
dan aku cuma ingin detak-detak itu mengalir cepat agar terbuka kenyataan seindah impian atau hanya ujian

lalu tiap remahan ragu kau seka dengan yakinmu, hingga redamkan pilu dan aku takut menunggu suara-suara nyata yang terus membisu


semarang, 21 Januari 2008

Selasa, 06 Januari 2009

Harajuku Visual Pop 3

HVP 3
Terakhirkah....?

Harajuku Visual Pop adalah matsuri atau ivent para pencinta semua tentang jepang di Semarang yang diadakan oleh salah satu komunitas pencinta jepang di Semarang, Zekkyou.

HVP pertama diadakan pada tanggal 10 Februari 2007 di Gedung Juang45 Semarang. Sukses yang pertama maka diadakan lagi HVP kedua pada tanggal 2 Februari 2008 kembali di Geduang Juang 45. Hingga pada tanggal 7 Februari 2009 nanti HVP ketiga akan kembali diadakan di Auditorium RRI Semarang, dengan parade band-band lokal beraliran Jepang (pastinya) dan cosplay. Dan denger-denger HVP ketiga ini adalah HVP yang terakhir lo, makanya jangan sampai ketinggalan yak. Hadiri dan bercosplay habis-habisanlah.

Lebih jelasnya silakan baca pamlet dibawah ini.



buat pemesanan tiketnya bisa hubungi rei juga lo.....

Exsanet, 7 Januari 2008


Minggu, 04 Januari 2009

Perindu Yang Cemas

Sajak Buat Zasdar Anju Pathikawa

selalu kulukis duka ini
yang bermasa menimpa asa di jiwa
bergelut dalam kecemasan dan
lekatnya kerinduan berjelaga hitam


berpuluh hari pengembaraan tanpa henti
terus meracau deras aliran sebuah nama
yang tergores pada tiap sudut kamar
hingga membungkusku dengan kegalauan


dari musim lalu sampai bertahun usiaku
tak kan bosan kopi hitam kusuguhkan
tanda pekatnya kecemasan dalam rindu
yang membeku membentuk sebuah nama; dirimu


lalu saat kering hatimu gugur meranggas
kan kutanggalkan nama perindu yang cemas


semarang, 5 Januari 2008

Kamis, 25 Desember 2008

Coklatku

Coklat itu seni
Coklat itu sederhana
Coklat itu nyaman

Fakta olief tentang Coklat
  • Selalu berjodoh dengan coklat
  • Semua baju di lemari tanpa sadar 80% berwarna coklat








  • Suka banget dan tak pernah bosan makan coklat







  • Minuman favorit adalah coklat hangat atau es coklat






  • Seragam kerjaku berwarna coklat hitam.









  • Muter-muter kostumisasi blog akhirnya berjodoh dengan coklat, takdir mungkin. hahahaha...
I LOVE BROWN.

Selasa, 23 Desember 2008

Moonchild dan Banana Fish

Antara Moonchild dan Banana Fish

Ada beberapa kesamaan dalam segi cerita maupun karakteristik dalam manga Banana Fish karya Yoshida sensei dengan film Moonchild yang diperankan oleh Gackt dan Hyde. Cerita tentang persahabatan dua orang pemuda. Berikut ini lukisan Rei-chan mengenai hal tersebut:
  • Pada cerita awal Moonchild, memperlihatkan Kei sebagai seorang vampir yang tak bisa mati (kecuali berjemur di bawah panasnya sinar matahari ^^) menanggung takdir menyedihkan. Dan setelah sekian lama akhirnya Kei bertemu Sho yang menjadi kekuatan bagi Kei. Dilihat bagaimanapun Sho seperti Eiji yang menangisi takdir yang ditanggung Ash.
  • Cerita keadaan menyedihkan Sho yang ditinggal oleh orang-orang penting disekitarnya, sama ketika Ash juga seperti itu. Namun menurut Rei-chan keadaan Sho yang seperti Ash lebih terlihat pada saat Sho menelepon Kei. Terlukis bahwa Kei menjadi seorang Eiji yang menjadi kekuatan bagi Ash.
  • Kepercayaan, salah satu unsur yang terkandung dalam film ini. Kepercayaan Sho dan Toshi terhadap Kei yang seorang vampir diperlihatkan dengan persahabatan mereka. Sedangkan Kei menjawab kepercayaan mereka dengan tidak pernah melukai mereka. Sho menunjukkan kepercayaan pada Kei ketika sang vampir itu meminta untuk berpisah sementara dan tegas dijawab Sho dengan tolakan.
  • Keegoisan, hal ini juga yang mewarnai cerita film ini. Keegoisan diri untuk tetap bersama yang disayangi tercermin dari adegan Sho yang meminta Kei untuk tetap bersamanya. Walau Rei-chan rasa hal ini tidak terlihat sebagai suatu keegoisan namun sebagai kebutuhan yang amat sangat. Adegan lainnya saat Sho meminta Kei mengubah Yi Che, istrinya, yang sekarat menjadi seperti dia, agar istrinya bisa tetap hidup. Kei menolak, dengan alasan dia tak tega membiarkan Yi Che sengsara seperti dia.Namun kemudian Kei malah mengubah Sho menjadi vampir karena tak ingin kehilangan sahabatnya itu. Suatu keegoisan yang nyata. Sho juga memperlihatkan keegoisannya ketika membiarkan Kei sendiri yang membesarkan Hana, putrinya. Terlebih lagi Son yang egois telah meninggalkan teman-temannya dan bergabung pada kelompoknya yang membunuh Toshi. Selanjutnya dalam manga Banana Fish, terlihat keegoisan Ash yang meninggalkan Eiji dengan alasan tak ingin membuat Eiji terluka, padahal hal itu malah membuat terluka keduanya. Yah, bagaimanapun keegoisan itu tercipta karena ada alasan yang medasari terciptanya hal itu.
  • Pengorbanan adalah bagian yang banyak terdapat dalam cerita manga Banana Fish dan Moonchild.
  • Cerita yang dikemas sangat menarik dan memuaskan bagi para pengemar persahabatan antar cowok, karena meski kedua cerita ini bukan yaoi, namun keduanya banyak menyajikan fanservis ^^.
Silakan kalo yang belum menonton bisa jadi referensi.